Rumus ROE

Pengertian ROE (Return On Equity)

Rumus ROE – Return On Equity atau Rasio Pengambilan Ekuitas adalah Rasio Profitabilitas yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari investasi pemegang saham perusahaan tersebut.

Rumus ROE juga berfungsi menghitung berapa banyak keuntungan yang dapat dihasilkan oleh sebuah perusahaan dari setiap satu Rupiah yang diinvestasikan oleh para pemegang saham pada perusahaan tersebut.

Biasanya ROE dinyatakan dengan persentase (%).

Rumus ROE

Apabila suatu perusahaan mendapatkan Rp.1.000.000, dari ekuitas pemegang saham, maka dapat menghasilkan Rp.1.000.000 dari laba bersih, ini terjadi bila ROE dengan rasio 100%.

Return On Equity (ROE) merupakan pengukuran penting bagi calon investor baru, karena investor tersebut dapat mengetahui seberapa efisiennya sebuah perusahaan menggunakan uang yang di investasikan tersebut untuk menghasilkan laba bersih.

ROE juga dapat dijadikan sebagai indikator, untuk menilai seberapa efektifnya sebuah perusahaan menggunakan pembiayaan ekuitas untuk operasional perusahaan.

Rumus ROE (Return On Equity)

Rasio Return On Equity (ROE) dihitung dengan cara membagi laba bersih pada ekuitas pemegang saham tersebut. Berikut adalah Rumus ROE :

Rumus ROE Return on Equity

Return On Equity (ROE) = Laba bersih setelah Pajak / Ekuitas Pemegang Saham.

Pada umumnya Return on Equity (ROE) ini dihitung sebagai pemegang saham biasa (Common Shareholders).

Pada hal ini Dividen Preferen tidak termasuk dalam perhitungan, karena jenis dividen ini tidak tersedia untuk para pemegang saham biasa, dan dividen preferen dikeluarkan dari perhitungan laba bersih (Net Income).

Contoh Kasus Perhitungan ROE

Contoh

Sebuah laporan keuangan yang diterbitkan per tanggal 04 Maret 2018, PT Maju Bersama memiliki laba bersih setelah pajak sebesar Rp. 400.000.000, total ekuitas para pemegang saham adalah sebanyak Rp. 700.000.000.

Seberapa banyak kah rasio pengembalian ekuitas atau Return of Equity (ROE) pada PT Maju Bersama tersebut?

Laba bersih setelah Pajak / Ekuitas Pemegang Saham = Rp. 400.000.000 / Rp.700.000.000

Hasil ROE pada perusahaan tersebut adalah 57,14%

Jadi hasil Rasio pengembalian ekuitas pada PT Maju Bersama adalah sebesar 62,5%.

Mengukur Urgensi ROE

Return On Equity (ROE) mengukur sejauh mana sebuah perusahaan menggunakan setiap rupiah yang mereka dapatkan.

Oleh karena itu seorang investor harus selalu menelusuri sebuah pasar untuk mendapatkan perusahaan yang bisa mendulang angka ROE yang baik & masuk akal.

Urgensi ROE

Contohnya apabila ada perusahaan yang mempunyai catatan ROE 6%.
Tentu saja perusahaan dengan ROE 6% kurang menarik bagi investor, jadi wajar saja karena deposito di Indonesia berada pada kisaran angka tersebut.

Para investor akan berpikir, buat apa memilih sebuah investasi yang beresiko tinggi apabila return yang diperoleh tak lebih baik dari instrument investasi tersebut yaitu Deposito, Sukuk & Obligasi lainnya.

ROE & Nilai Book Value

ROE juga digunakan sebagai timbal balik suatu hasil yang nyata terhadap modal yang di investasikan oleh para investor.

Return On Equity dapat dihitung dari Laba Bersih Per Saham (LBPS) kemudian dibagi dengan Book Value.

Karena ROE yang besar akan meningkatkan book value yang besar pula, artinya meningkatkan nilai sebuah investasi meskipun harga pada saham tersebut di pasaran sedang mengalami penurunan nilai.

Namun pada perhitungan nyata terhadap book value adalah menurut pada harga saham yang investor beli.

ROE dan Nilai Book Value

Contohnya apabila seorang investor membeli sebuah saham ABC dengan nilai PBV 1,0 & ROE sebesar 30%, maka nilai investasinya meningkat sebesar 30%.

Apabila seorang investor membeli sebuah saham ABC dengan nilai PBV 2,0 dengan ROE yang sama, maka nilai investasinya hanya meningkat 15%.

Jika seorang investor membeli sebuah saham ABC dengan nilai PBV 0,5 dengan ROE yang sama, maka nilai investasinya meningkat 60% secara tidak langsung.

Harga menentukan timbal balik hasil, pada Value Investing yang berarti semakin mahal pada sebuah saham maka timbal balik hasil akan semakin rendah.

Return On Equity (ROE) & Return On Asset (ROA)

Return On Equity secara halus memperlihatkan suatu efesiensis sebuah perusahaan dalam menggunakan modalnya.

Namun ROE tidak melibatkan sebuah hutang terhadap perhitungan pada efisiensi tersebut, sehingga perusahaan dengan hutang yang besar akan terlepas dari indikator ini.

Karena itu banyak para investor yang tidak menggunakan Return On Equity (ROE), dan lebih menggunakan Return On Asset (ROA) sebagai indikatornya.

Sebab ROA memperlihatkan sebuah efisiensi suatu perusahaan dalam menggunakan seluruh aset & juga termasuk hutang-hutang pada perusahaan tersebut.

Perbedaan ROE dan ROA

ROE dan ROA

Pelajari Lebih Lanjut

Rumus NPV (Net Present Value)

Rumus ROA

Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Bunga Majemuk

Bunga Tunggal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *