Bunga Tunggal

Bunga atau suku bunga (dalam bahasa inggris “bank interest”) adalah pertambahan jumlah modal yang diberikan oleh pihak bank kepada nasabah dihitung dari presentase modal uang nasabah dan jangka waktu menabung.

Selain dari bank, bunga juga bisa diberikan oleh pinjaman kepada pemberi pinjaman. Bunga ada dua jenis yaitu bunga tunggal dan bunga majemuk. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang bunga tunggal.

Pengertian Bunga Tunggal

Bunga tunggal adalah bunga yang diberikan berdasarkan perhitungan modal awal, sehingga bunga hanya memiliki satu variasi saja (tetap) dari awal periode sampai akhir periode.

Misalnya saat menabung di bank, anda akan mendapatkan bunga yang tetap di setiap periode.

Modal adalah jumlah dari yang dibungakan, modal awal merupakan modal yang dikeluarkan pada awal waktu usaha dan sebelum dibungakan.

Modal akhir adalah hasil dari modal yang dibungakan. Sedangkan suku bunga dinyatakan dalam persentase tiap satuan waktu.

Jika modal awal sebesar M0 mendapat bunga tunggal sebesar b (dalam persentase) tiap bulan, maka setelah n bulan besar modalnya Mn menjadi:

Mn = M0 (1+n b)

Contoh Soal Bunga Tunggal

Berikut adalah contoh soal bunga tunggal dan penyelesaiannya.

Contoh

Diketahui modal pinjaman Rp2.000.000 dengan bunga sebesar 4% per bulan, maka setelah 5 bulan modalnya adalah ….

M5 = 2.000.000 × (1 + 5 × 0,04)

M5 = 2.000.000 × 1,2

M5 = 2.400.000

Persentase Bunga Tunggal

Jika modal awal sebesar M0, dan jumlah bunga tunggalnya B, maka besar persentase bunga tunggalnya b adalah

Rumus Bunga Tunggal
Contoh

Diketahui bunga tunggal sebesar Rp100.000 untuk modal pinjaman Rp2.000.000, maka presentasenya adalah

Contoh Bunga Tunggal

b = 5 %

Demikian pembahasan tentang bunga tunggal. Semoga bermanfaat.

Pelajari Lebih Lanjut

Bunga Majemuk

Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Rumus ROA (Return On Asset)

Rumus NPV (Net Present Value)

Rumus ROE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *